London, United Kingdom— Persatuan Pelajar Indonesia se-Britania Raya (PPI UK) sukses menggelar acara Town Hall Meeting PPI UK, pada Sabtu, 18 Februari 2023. Dilaksanakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia London, acara ini menjadi wadah kolaborasi dan aspirasi Persatuan Pelajar Indonesia se-Britania Raya.

Dengan mengusung tema “Connecting the Unconnected”, Town Hall PPI UK mendapat sambutan hangat dengan kehadiran 137 orang perwakilan PPI, yang tersebar di 33 wilayah di Britania Raya. Para perwakilan pengurus PPI se-Britania Raya pun mengaku antusias dan siap untuk berjalan bersama PPI UK dalam implementasi program kerja PPI se-Britania Raya.

“Karena kita sudah masuk setengah perjalanan kepengurusan, kami dari PPI Leeds berharap kolaborasi yang kita sepakati hari ini akan membantu kita menjalankan tanggung jawab kepengurusan kedepan” ungkap Rilla, perwakilan PPI Leeds.

Senada dengan PPI Leeds, Ketua PPI UK Affin Bachtiar menjelaskan, inti acara Town Hall tahun ini adalah membangun komunikasi dan meningkatkan kepercayaan seluruh PPI di Britania Raya, demi mencapai tujuan bersama.

 “Hari ini kita silaturahmi, sinergi, dan kolaborasi. Saat ini kita sedang penjajakan silaturahmi, kita jaga komunikasi dan tingkatkan kepercayaan. Pengalaman tahun lalu telah jadi pembelajaran, dan kita siap naik kelas untuk lebih baik lagi.” ungkap Affin dalam sambutannya.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Inggris Raya dan Irlandia, Desra Percaya, mengapresiasi acara ini, sekaligus berpesan agar seluruh pelajar Indonesia di Britania Raya tetap solid. Desra juga berpesan, tentang pentingnya bagi pelajar Indonesia di Britania Raya untuk menjadi pribadi yang adaptif, cerdas, dan penuh percaya diri, sebagai representasi generasi muda Indonesia di luar negeri.

 “As your parents and guardian, kita senang sekali lihat anak-anak rukun.. Sebagai pelajar di luar negeri, khususnya di UK, kalian harus menjadi pribadi yang smart, harus familiar dengan kondisi geopolitik, ekonomi, dan menjadi pribadi yang agile, antisipatif, dan adaptif. Harus punya kepercayaan diri untuk berbicara dan menyampaikan pendapat di depan umum” pesan Dubes Desra dalam sambutannya.
Tak hanya itu, Dubes Desra turut memperkenalkan para pejabat fungsi KBRI London yang hadir untuk memberikan audiensi kepada seluruh PPI se-Britania Raya yang hadir dalam acara TownHall Meeting PPI UK 2023. Adapun pejabat yang hadir diantaranya Wakil Duta Besar RI untuk Britania Raya dan Irlandia, Khasan Ashari, Koordinator Fungsi Politik, Riando Sembiring, Koordinator Fungsi Ekonomi, Anggarini Sesotyoningtyas, Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya, Dewi Petroliza, Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler, Sayu Oka Widani, dan Atase Pendidikan dan Budaya, Khairul Munadi.

 Di akhir acara Town Hall Meeting, kesepakatan kolaborasi PPI se-Britania Raya yang telah dibahas secara resmi disimbolkan melalui penandatanganan kerjasama dari seluruh perwakilan PPI yang hadir. Di atas lembaran kertas putih, puluhan tanda tangan ini menjadi simbol persatuan sekaligus keberagaman seluruh pelajar Indonesia di Britania Raya.

Menyambut Pesta Demokrasi 2024 dan Tamu Spesial Town Hall Meeting PPI UK 2023
Berkumpulnya para perwakilan pelajar Indonesia se-Britania Raya ini juga dimanfaatkan menjadi sarana penyuluhan Pemilu Serentak, yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang. Setelah resmi dilantik di bulan ini, Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) UK pun memberikan rangkaian informasi penting, terkait persyaratan, pemutakhiran data, dan prosedur pemilu guna meningkatkan literasi dan partisipasi pemilu di tahun 2024.

Selain itu, kemeriahan acara TownHall Meeting PPI UK 2023 juga dilengkapi dengan kehadiran tamu kejutan, yakni Mantan Menteri Perdagangan Indonesia, Gita Wirjawan. Dalam diskusi singkat yang dipandu oleh Sekjen PPI UK, Muhammad Syaeful Mujab, alumni Harvard Kennedy School ini pun menyampaikan pandangan dan pengalamannya ketika menjadi pelajar dan tinggal di luar negeri.

“Kalau kita lihat data pengiriman siswa-siswi ke luar negeri, Indonesia itu masih kecil, untuk kepentingan edukasi. Jadi kita harus bisa menggali ilmu sebanyak mungkin secepat mungkin dimanapun, karena itu education needs to be democratized. Saya pengen encourage each and everyone of you here, jangan kalah dengan pelajar lainnya. Confidence itu penting sekali untuk bisa berbicara dan mengartikulasikan diri sendiri dan negara kita kedepan.” jelas Gita Wirjawan

(VCM)