Strategi dan Trik Menembus Beasiswa Chevening

7 November 2020

Persatuan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPI UK) bekerja sama dengan KBRI London dan Pengurus Nahdlatul Ulama NU cabang Inggris Raya menyelenggarakan webinar terbuka mengenai beasiswa Chevening

Narasumber

Nurul Fitri Ramadhani

MA in Global Media and Communication,
University of Leicester

Muhammad Akbar Rafsanjani

MA in Education,
University of Hull

Webinar yang menghadirkan langsung para narasumber penerima beasiswa Chevening yang saat ini sedang menempuh studi S2 tersebut mengupas tuntas perihal tips-tips untuk mendapatkan beasiswa bergengsi tersebut.

Beasiswa Chevening adalah beasiswa pendidikan yang diberikan oleh pemerintah Inggris Raya untuk menempuh studi master di negara tersebut. Dana yang ditanggung oleh pemerintah mencakup biaya kuliah, kehidupan sehari-hari, visa, penerbangan, dan lainnya. Untuk tahun ajaran 2020/2021, terlepas dari situasi pandemi Covid-19, terdapat kurang lebih 50 penerima beasiswa Chevening dari Indonesia yang saat ini sudah berada di Inggris untuk menempuh pendidikan

Sudah banyak sekali website atau sumber-sumber lain yang telah membahas beasiswa Chevening. Namun demikian, penjelasan langsung dari para penerima beasiswa ini, atau yang biasa disebut awardees, merupakan sesuatu yang sangat jarang ditemukan. Tidak heran, peserta yang mengikuti webinar tersebut sangat banyak hingga melebihi kapasitas. Hal ini karena kehadiran penerima beasiswa sebagai narasumber langsung memberikan nilai tambah tersendiri. Para peserta dapat mendengar langsung pengalaman proses seleksi beasiswa Chevening. Para narasumber juga memberikan tips dan masukan mereka masing-masing, seperti penggunaan metode STAR (Situation-Task-Action-Result) dalam menyusun essay. Ada 4 essay yang harus dipersiapkan jika ingin mendaftar beasiswa Chevening dan ini merupakan bagian awal dari proses seleksi. Narasumber juga membagikan tips dan trik dalam menjawab pertanyaan untuk sesi interview, diantara tipsnya yaitu untuk selalu menjawab setiap pertanyaan dengan jujur.

Acara ini dihadiri oleh para peserta yang tertarik untuk melanjutkan studi mereka di Inggris Raya dan beberapa orang yang sedang mengikuti proses pendaftaran beasiswa Chevening. Salah seorang peserta, contohnya, menanyakan perihal izin bekerja selama studi di Inggris Raya, yang tentunya diperbolehkan karena seorang pelajar asing di Inggris akan memegang visa pelajar tier-4, dimana terdapat batas kerja 20 jam setiap minggunya. Namun hal ini tidak direkomendasikan oleh para narasumber dikarenakan uang saku yang diberikan setiap bulannya masih sangat cukup. Selain itu, panjang program studi master di Inggris Raya hanya 1 tahun dan pada umumnya sangat intensif dengan tugas-tugas atau ujian sehingga akan sangat membatasi waktu luang para pelajar.

Q & A

 Peserta lainnya menanyakan tentang kendala dalam membawa keluarga mereka selama studi master. Menurut pengalaman narasumber, kendala utamanya adalah biaya. Beasiswa Chevening tidak menanggung biaya-biaya anggota keluarga penerima beasiswa, artinya seluruh biaya seperti visa, penerbangan, dan kehidupan sehari-hari harus ditanggung oleh pihak penerima sendiri.

Acara ini dihadiri oleh para peserta yang tertarik untuk melanjutkan studi mereka di Inggris Raya dan beberapa orang yang sedang mengikuti proses pendaftaran beasiswa Chevening. Salah seorang peserta, contohnya, menanyakan perihal izin bekerja selama studi di Inggris Raya, yang tentunya diperbolehkan karena seorang pelajar asing di Inggris akan memegang visa pelajar tier-4, dimana terdapat batas kerja 20 jam setiap minggunya. Namun hal ini tidak direkomendasikan oleh para narasumber dikarenakan uang saku yang diberikan setiap bulannya masih sangat cukup. Selain itu, panjang program studi master di Inggris Raya hanya 1 tahun dan pada umumnya sangat intensif dengan tugas-tugas atau ujian sehingga akan sangat membatasi waktu luang para pelajar.

PPI UK sangat berterima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia hadir dalam acara: 

  • Nurul Fitri Ramadhani, MA in Global Media and Communication, University of Leicester
  • Muhammad Akbar Rafsanzani, MA in Education, University of Hull

PPI UK juga sangat berterima kasih kepada Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama United Kingdom (PCINU UK) atas kerja samanya dalam menyelenggarakan acara ini.

Watch our video