Home Rubrik Kesehatan Some Shoulders to Cry On

Some Shoulders to Cry On

Kehidupan sebagai pelajar asing di Inggris tidak selalu mudah. Di satu sisi, kesempatan untuk mengeksplorasi negara baru dengan kultur yang berbeda serta bertemu dengan teman-teman baru terbuka lebar – Di sisi lain, berbagai deadline tugas, tanggal ujian yang semakin dekat, serta perasaan kangen rumah mulai menghantui. Penyesuaian dengan budaya, bahasa, serta tuntutan akademis yang berbeda juga menjadi beban tersendiri. Hal-hal ini menimbulkan potensi terjadinya gangguan kejiwaan.

Dalam segmen kedua ini kami akan membahas hal-hal yang teman-teman bisa lakukan untuk menghindari gangguan kejiwaan atau mencari pertolongan apabila teman-teman mulai mengenali gejala-gejala gangguan kejiwaan baik dalam hidup teman-teman sendiri atau orang-orang sekitar.

Mental yang sehat, mental yang kuat

Gangguan kejiwaan dapat menimpa siapa saja dan kadang-kadang tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya. Tetapi, apabila kita bisa membangun ketahanan mental pribadi kita, kita bisa dapat mengurangi dampak negatif masalah kejiwaan dalam hidup kita. Berikut ini adalah beberapa tips yang teman-teman bisa lakukan untuk menjaga hidup mental yang sehat:

  • Mens sana in corpore sano – ingat peribahasa ini? Sedikit klise memang, namun kebenarannya tidak diragukan – jiwa yang sehat ada di dalam tubuh yang sehat. Usahakan untuk mengonsumsi makanan sehat (4 sehat 5 sempurna), hindari minum kopi berlebihan, istirahat yang cukup (hampir tidak mungkin sebagai pelajar!), dan olah raga yang seimbang. Salah satu bentuk olahraga yang relatif feasible bagi kaum pelajar seperti kita adalah berjalan kaki – usahakanlah untuk memaksimalkan aktivitas ini. Untuk jarak yang tidak terlalu jauh, pilihlah berjalan kaki dibandingkan transportasi umum. Ubah kebiasaan naik lift menjadi kebiasaan naik tangga. Lebih memakan waktu, memang, namun efek jangka panjangnya cukup sepadan.
  • Menjadi pelajar yang baik – cobalah untuk mengalokasikan waktu yang cukup untuk menyelesaikan tugas, agar tidak menumpuk di akhir dan menyebabkan stress berlebih. Mengingat bahwa sistem akademis di Inggris cenderung berbeda dengan di Indonesia, dengan standar penilaian yang juga lebih sulit, bukanlah hal yang memalukan apabila kita mengalami kesulitan untuk memahami materi, menyelesaikan tugas, atau persoalan akademis lainnya. Carilah bantuan apabila menghadapi masalah akademis seperti tidak dapat mengikuti pelajaran – jangan pernah merasa malu atau takut untuk bertanya.
  • Menjaga kehidupan sosial – Kehidupan akademis memang penting, namun tidak kalah penting pula untuk menyeimbangkannya dengan kehidupan sosial, misalnya bergabung dengan berbagai club atau society sesuai minat, melakukan berbagai kegiatan volunteering, atau bahkan menjadwalkan temu kangen rutin dengan sahabat lama maupun baru. Jangan lupa juga untuk menghubungi keluarga di tanah air secara berkala – Sangatlah berarti bagi keluarga di Indonesia untuk mengetahui bahwa kita baik-baik saja dan merindukan mereka.
  • Rajin beribadah dan berdoa – Kehidupan spiritual serta keluarga rohani dapat menjadi sumber kekuatan tersendiri bagi kita yang merasa sulit beradaptasi atau sedang mengalami masalah. Chaplain, atau pemimpin kelompok rohani di mana kita terlibat, juga merupakan kontak penting yang dapat dihubungi apabila kita membutuhkan bantuan atau teman bicara.

 

“Help! Everything is falling apart, and I don’t know what to do!”

4

Kadang, sebaik apapun persiapan yang kita lakukan, gangguan jiwa masih bisa menimpa diri kita atau orang-orang di sekeliling kita. Beberapa kontak di bawah ini dapat membantu teman-teman mengatasi gangguan kejiwaan yang sedang teman-teman alami:

  • Keluarga dan teman dekat – biasanya adalah pihak pertama di benak kita apabila sedang mengalami kesulitan. Berbicara via telepon dengan keluarga di tanah air atau segelas kopi dengan teman dekat di perantauan dapat menjadi solusi untuk meredakan gejala gangguan kejiwaan.
  • Organisasi kemahasiswaan – Beberapa organisasi atau society memiliki perhatian khusus di bidang kesehatan, salah satunya kesehatan mental. Pihak kesehatan PPI UK sedang membangun pelayanan kesehatan untuk mahasiswa Indonesia di mana teman-teman bisa mendapatkan nasihat gratis untuk segala macam masalah kesehatan, termasuk masalah kejiwaan, yang bernama PPI UK unit Kesehatan – Departemen Pengabdian Masyarakat. Info selanjutnya bisa didapatkan di laman Facebook PPI UK atau dengan menghubungi cabang PPI lokal anda. Beberapa universitas juga memiliki society yang mendalami kesehatan mental, lengkap dengan berbagai pelatihan konseling serta kegiatan-kegiatan sosial serta sesi sharing yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengetahui lebih lanjut dan mencari bantuan mengenai kesehatan jiwa.
  • Pembimbing akademis – Setiap mahasiswa di universitas umumnya memiliki pembimbing akademis pribadi. Selain masalah akademis, biasanya para tutor ini juga bersedia membantu apabila kita ingin berkonsultasi mengenai masalah kejiwaan, atau setidaknya dapat menolong kita menemukan bantuan yang kita perlukan dan menginformasikan kepada universitas mengenai masalah yang mungkin mempengaruhi nilai akademis.
  • University counselling service – Setiap universitas di Inggris memiliki departemen khusus yang bertanggung jawab atas kesejahteraan mahasiswa. Biasanya pihak universitas menyediakan sarana bagi mahasiswa untuk berkonsultasi atau mencari bantuan psikologis, misalnya student advice center atau nightline.
  • GP dan NHS direct – Apabila teman-teman merasa bahwa bantuan professional sudah dibutuhkan, GP atau dokter umum di Inggris dapat memberikan konsultasi kejiwaan, dan untuk masalah yang berat, teman-teman dapat dirujuk ke psikiater yang memiliki kemampuan dan wewenang lebih untuk mengatasi masalah kejiwaan.
  • A+E atau UGD – Apabila teman-teman merasa sangat tertekan dan memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri atau orang lain, jalan yang terbaik adalah mendatangi Unit Gawat Darurat lokal. Dokter jaga yang sedang bertugas akan memberikan bantuan segera, dan apabila dibutuhkan, dokter ahli seperti psikiater dapat dipanggil untuk membantu teman-teman.

Beberapa wadah yang secara khusus memberikan pelayanan untuk masalah kejiwaan:

  • MIND – badan amal nasional di UK yang memberikan segala macam nasihat, termasuk obat-obatan dan perawatan lainnya, dalam berbagai masalah yang menyangkut gangguan kejiwaan. MIND bisa dihubungi di 0300 123 3393. MIND juga menyediakan wadah perkumpulan bagi para penderita gangguan kejiwaan. Informasi lebih lanjut mengenai MIND UK dapat diakses di mind/org.uk/ .
  • Nightline – pelayanan oleh pelajar, untuk pelajar. Para pelajar di UK bisa menghubungi Nightline melalui telepon, SMS, email, whatsapp, atau metode lainnya untuk berbicara tentang persoalan apapun yang menjadi beban pikiran. Teman-teman bisa menghubungi mereka kapan saja secara anonim di http://nightline.ac.uk/want-to-talk/find-your-nightline/
  • Student Minds – badan amal nasional yang memberikan advis tentang masalah kesehatan jiwa kepada pelajar secara khusus. Seperti MIND, badan amal ini lebih berfokus pada pelajar dan digagas oleh para pelajar PhD dalam bidang psikologi. Misi utama mereka adalah untuk membekali pelajar di UK agar sanggup berbicara dan mencari bantuan tentang gangguan kejiwaan. Student Minds dapat diakses melalui http://www.studentminds.org.uk/further-support.html
  • National Union of Students – badan persatuan pelajar di UK. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk memperjuangkan hak-hak dan kepentingan mahasiswa di UK. Mereka juga mempromosikan berbagai kegiatan yang bisa meningkatkan kesejahteraan mahasiswa di UK, termasuk dalam kesehatan jiwa. Mereka mempunyai banyak informasi yang bisa dilihat di https://www.thinkpositive.scot/projects/self-management/

 

Kesimpulan

Gangguan kejiwaan masih merupakan suatu momok bagi kita semua. Namun, kita harus selalu ingat bahwa ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga serta memperbaiki kesehatan mental kita. Memiliki gangguan jiwa bukan berarti gila – Apabila kita memerlukan bantuan lebih, kita juga harus selalu ingat bahwa berbagai macam bantuan tersedia melalui pihak-pihak yang peduli dan tidak menghakimi, sifatnya pun confidential. Kita hanya perlu meminta bantuan dari sumber yang dirasa paling sesuai dengan masalah yang kita miliki. Sudah saatnya kita hancurkan stigma masalah kesehatan jiwa bersama-sama!

Penulis:

Arief Gunawan- Guy’s and St. Thomas’ NHS Foundation Trust

Ronald Manorekang – Stoke Hospital

Sabrina Anjara- PhD Cambridge University

 

Editor:

Euginia Christa- MRes Immunobiology, Newcastle University

Jika pembaca memiliki saran atau topik kesehatan yang ingin dibahas, silakan menuliskannya di sesi comments.

https://yougov.co.uk/news/2016/08/09/quarter-britains-students-are-afflicted-mental-hea/

https://www.theguardian.com/education/2014/apr/04/students-mental-health-where-to-get-help

Ilustrasi: http://gscene.com/news/sussex-beacon-launches-new-mens-peer-support-group/