Home News Refleksi Agenda Millenium Development Goal’s di Bidang Pendidikan

Refleksi Agenda Millenium Development Goal’s di Bidang Pendidikan

Kurang dari satu tahun lagi tepatnya pada bulan September tahun 2015 mendatang, target pencapaian millennium atau yang lebih dikenal sebagai MDGs (Millennium Development Goal’s) akan segera berakhir. Agenda MDGs ini muncul pasca lahirnya deklarasi millennium di tahun 2000, dimana 189 negara anggota PBB pada saat itu termasuk Indonesia, ikut meratifikasi delapan target MDGs yang secara umum berkomitmen terhadap pembangunan manusia dan menuntaskan masalah kemiskinan di dunia.

Terdapat delapan target MDGs yang memuat sejumlah sasaran dan juga tolok ukur yang diharapkan akan tercapai pada tahun 2015 ini, kedelapan target tersebut yaitu:

(1) menghapuskan kemiskinan yang ekstrim dan kelaparan;

(2) memenuhi kebutuhan pendidikan dasar;

(3)mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan;

(4) mengurangi angka kematian anak;

(5) meningkatan kualitas kesehatan ibu;

(6) memberantas HIV/AIDS, malaria, dan beragam penyakit lainnya;

(7) menjaminkeberlanjutanlingkunganhidup;dan yang terakhir

(8) mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.

 Sebagai salah satu negara yang memiliki komitmen penuh terhadap pencapaian MDGs, Indonesia sendiri telah menyelaraskan target pencapaian MDGs ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Sejauh ini upaya strategis pemerintah Indonesia untuk mencapai target tersebut diimplementasikan dengan koordinasi melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dan juga Kantor Utusan Presiden untuk MDGs. Terlepas dari berbagai kritik serta evaluasi negatif yang diberikan sejumlah organisasi masyarakat dan para ahli terkait dengan keseluruhan pencapaian target MDGS Indonesia pada tahun 2015, hingga saat ini pemerintah sudah menunjukkan komitmennya terhadap MDGs terutama dalam pencapaian umum target MDGs kedua di bidang pendidikan.

Evaluasi target MDGs bidangPendidikan di Indonesia

Dalam target MDGs kedua di bidang pendidikan yaitu pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar, pemerintah diperediksi akan dapat mencapai empat target indikator pencapaian tujuan kedua dari MDGs di tahun 2015 ini, yaitu angka partisipasi sekolah (APS), angka melek huruf, rata-rata lama studi dan rasio murid laki-laki dan perempuan mencapai 100 %. Hingga saat ini, Indonesia tercatat telah mencapai target minimal MDGs, yaitu akses bagi semua anak usia sekolah untuk mengenyam pendidikan wajib 6 tahun. Bahkan, lebih dari itu  Indonesia telah menetapkan pendidikan dasar melebihi target MDGs dengan menempatkan jenjang sekolah menengah pertama sebagai sasaran pendidikan dasar universal[1].

Merujuk pada laporan Kementerian PPN/Bappenas terakhir di tahun 2011, pencapaian target MDGs di bidang pendidikan saat ini sudah mencapai rasio APM (Angka Partisipasi Murni) partisipasi laki-laki dan perempuan yang menyelesaikan sekolah dasar diatas 90 %, tepatnya sebesar 95 %. Melalui pencapaian ini, pemerintah tergolong cukup berhasil terutama apabila kita membandingkan dengan data tingkat partisipasi yang menyelesaikan sekolah dasar di tahun 90-an sebesar kurang dari 70 %. Selain itu, angka melek huruf penduduk usia 15-24 tahun juga sudah mencapai level 98 % dari total target 100 % yang diharapkan tercapai di tahun 2015. Laporan terakhir dari Kantor Utusan Khusus Presiden untuk MDGs juga menguatkan bahwa upaya pencapaian pendidikan dasar telah sejalan dengan sasaran MDGs[2].

Meskipun secara persentase pencapain pendidikan di Indoneisa sudah sejalan dengan sasaran MDGs, namun bila kita melihat pencapaian pendidikan Indonesia secara umum jika dibandingkan dengan negara lain melalui indicator EFA (Education For All) Global Monitoring Index yang dikeluarkan oleh UNESCO, tentunya pemerintah masih harus lebih giat lagi melakukan upaya-upaya strategis untuk meningkatkan program pendidikan agar dapat bersaing dengan negara lain. Bila kita membandingkan pencapaian Indonesia dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei, berdasarkan EFA Global Report di tahun 2011, Education Development Index (EDI) Indonesia berada pada peringkat ke-69, sementara Malaysia di peringkat ke-65 dan Brunei berada di peringkat 34. Brunei bersama Singapore tergolong sebagai negara Asia Tenggara yang dalam kategori High EDI.Selain itu, merujukkepada EFA Global Monitoring Report di tahun 2012, Indonesia juga masih tergolong sebagai negara dengan level ECCE (Early Childhood Care and Education) rendah dengan nilai indeks dibawah 0.800.

Melihat kepada fakta diatas, dapat kita sadari bahwa meskipun secara persentase Indonesia sudah dapat mencapai target MDGs pada tahun 2015 mendatang, pemerintah masih harus terus mengakselerasi program-program pendidikan lainnya untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain. Untuk mencapai target tersebut, tampaknya isu pemerataan pendidikan masih menjadi tantangan utama di dalam dunia pendidikan Indonesia saat ini.

Pemerintah masih memiliki sejumlah agenda besar untuk meningkatkan pemerataan akses secara adil bagi semua anak, baik laki-laki maupun perempuan, untuk memperoleh pendidikan dasar yang berkualitas di semua daerah. Dalam hal angka partisipasi di sekolah, pemerintah memang hampir mewujudkan target memasukkan semua anak ke bangku sekolah dasar, namun, masih terdapat perbedaan jumlah yang signifikan dalam angka partisipasi sekolah dasar antar daerah, sebagai contohnya yaitu dari 99,05% untuk Kalimantan Tengah, sedangkan untuk Papua masih sekitar 75,23%[3].

Target kedua dari MDGs ini dinilai oleh para ahli bukanlah sekedar pencapaian tujuan agar semua anak di Indonesia dapat bersekolah, namun yang lebih utama adalah bagaimana memberikan pendidikan dasar yang utuh kepada anak-anak tersebut. Faktanya, masih banyak anak yang tidak dapat bersekolah dengan lancar di sekolah dasar. Dalam data terakhir yang dapat kami temukan melalui penelitian SMERU, sekitar 9% anak di Indonesia masih harus mengulang di kelas 1 sekolah dasar. Sementara pada setiap jenjang kelas, sekitar 5% terpaksa harus putus sekolah. Akibatnya, sekitar seperempat anak Indonesia tidak lulus dari sekolah dasar.[4].Melalui temuan tersebut, meskipun kinerja pemerintah memang sudah menunjukkan pencapaian yang signifikan dalam pemenuhan target MDGs di bidang pendidikan, masih banyak tantangan yang cukup signifikan untuk diselesaikan pemerintah dalam menyiapkan agenda Post MDGs 2015.

 Agenda Post MDGs di bidangpendidikan

 Menjelang berakhirnya agenda target MGDs, beberapa wacana mengenai target baru pada Post MDGs 2015 pun sudah bergulir. Melalui data yang dapat kami himpun, setidaknya target penyediaan pendidikan berkualitas dan pembelajaran seumur hidup menjadi salah satu agenda utama Post MDGs 2015 dalam bidang pendidikan. Dalam artikel yang dikeluarkan oleh Kantor Utusan Khusus Presiden untuk MDGs, setidaknya beberapa poin target pencapaian telah disebutkan, seperti tujuan untuk memberi jaminan pendidikan bahwa setiap anak, apapun situasinya, dapat menyelesaikan pendidikan dasar dengan mampu membaca, menulis dan berhitung cukup baik untuk memenuhi standar pembelajaran minimum. Selain itu, target diperkirakan akan ditingkatkan untuk memastikan bahwa setiap anak, apapun situasinya, memiliki akses terhadap pendidikan menengah dan menaikkan proporsi remaja yang mencapai hasil pembelajaran yang diakui dan terukur dalam tolok ukur persentase tertentu[5]

 Merefleksi pencapaian pendidikan di Indonesia hingga saat ini, dapat disadari bahwa tentunya agenda Post MDGs 2015 ini tidaklah mudah untuk dapat segera tercapai di Indonesia. Masih terdapat beberapa isu penting yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah, seperti ketimpangan pemerataan akses pendidikan antar daerah, pemerataan tenaga pengajar, jaminan agar seluruh anak-anak usia sekolah dasar dapat menyelesaikan pendidikannya secara utuh, hingga peningkatan kualitas pendidikan dalam menyongsong Asean Economic Community.

[1] Ivan Hadar, “Capaian MDGs kita” diaksesdari http://www.tempo.co/read/kolom/2014/10/02/1685/Capaian-MDGs-Kita

[2] Kantor UtusanPresidenRepublik Indonesia untuk MDGs, diaksesdari http://www.indonesiamdgs.org/articles/view/mdg-2-mencapai-pendidikan-dasar-untuk-semua-1

[3] BPS “AngkaPartisipasiSekolah( A P S ) MenurutProvinsiTahun 2003-2013” diaksesdari http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=28&notab=3

[4] SMERU “PetaPencapaian MGDs Targets di Indoesiasaatini” diaksesdarihttp://www.smeru.or.id/report/training/menjembatani_penelitian_dan_kebijakan/untuk_organisasi_advokasi/files/112.pdf

[5]Kantor UtusanPresidenRepublik Indonesia untuk MDGs, op.cit.

 

 

 

 

Sapto Ashardianto

Divisi Pengabdian Masyarakat

PPI UK – 2014

social.affairs@ppiuk.org