
Sumber Foto : Google.com
Suasana di Indonesia beberapa pekan belakangan ini cukup memanas akibat isu kenaikan BBM per 1 April nanti. Beberapa kota di Indonesia seperti Yogyakarta, Makassar, Medan, Jakarta dan beberapa kota lainnya diwarnai dengan demonstrasi besar-besaran menolak naiknya BBM menjadi Rp 6500 per liter.
Hal ini berbuntut pada sikap tegas yang harus diputuskan DPR berkaitan dengan kenaikan BBM ini.
Hasil Sidang Paripurna DPR 30 Maret 2012 yang dimulai dari sore hari tadi dan berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 01.00 WIB cukup memanas diwarnai berbagai interupsi.
Namun Sidang Paripurna ini ditutup dengan pengambilan suara melalui voting dua opsi. Yang pertama, sesuai RUU APBN-P 2012 pasal 7 ayat 6 yang isinya tidak memperbolehkan pemerintah menaikkan harga BBM dan opsi kedua, yaitu menyetujui addendum pasal 7 ayat 6a yang memperbolehkan pemerintah mengubah harga BBM jika harga minyak mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata 15% dalam waktu 6 bulan.
Dari kedua opsi tersebut, berarti kenaikan harga BBM subsidi tidak mungkin dilakukan 1 April 2012 seperti rencana dari pemerintah.
Hasil voting mencatat sebanyak 356 anggota DPR pendukung penundaan kenaikan itu berasal dari Fraksi Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan. Namun, sebanyak 93 anggota DPR dari Fraksi Partai Hanura dan PDI Perjuangan tercatat walkout.
Suasana pun semakin panas ketika para Mahasiswa yang berada di balkon ruang sidang kecewa dengan kemenangan opsi kedua. Mereka melakukan protes dengan suara yang lantang dan mengganggu jalannya sidang, sehingga dikeluarkan secara paksa oleh pamdal (petugas) dari ruangan sidang.
Lalu, bagaimanakah pandangan kita sebagai pelajar terhadap kondisi ini?
Humas External PPI UK 2011-2012
Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer