
Keluarga masyarakat Indonesia di Wales beserta undangan dari KBRI London diantaranya Bapak Harry R.J Kandou (Deputy Chief of Mission) beserta ibu, Bapak Prof. Dr. T.A. Fauzi Soelaiman (Atase Pendidikan dan Kebudayaan) beserta ibu dan Ibu Heni Hamidah (First Secretary) - Foto (M.F. Adziman)
Swansea (PPI United Kingdom press release) – Untuk kali pertama masyarakat Indonesia di Wales menghadirkan ‘stand’ pameran bertajuk Rumah Indonesia dan suguhan tarian tradisional di acara World Party, Minggu (01/07), bertempat di Lacrosse Field - Singleton Park, Swansea, Wales, Inggris Raya.
World Party merupakan rangkaian festival musim panas yang diadakan di Swansea, kota kecil berpenduduk 230 ribu jiwa (2010) yang dikenal dengan kecantikan pemandangan alamnya dan berada di pesisir pantai barat daya Wales. Acara ini diorganisir oleh City Council setempat dan tidak kurang bekerja sama dengan 10 komunitas berbagai negara, termasuk Indonesia. Acara dibuka oleh Lord Mayor kota Swansea, Dennis James.
Masyarakat Indonesia dan Alumni di Wales (MIAW) serta Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wales bahu-membahu menghadirkan ‘stand’’ pameran bernuansa rumah asli Indonesia yang didukung oleh KBRI London. Tidak kurang dari 40 orang masyarakat Indonesia di Wales hadir dan turut bekerja sama.
“Kami bangga sebagai orang Indonesia disini dan ingin menunjukkan kebudayaan tradisional Indonesia kepada masyarakat sekitar,” ujar Onny Moore, koordinator ‘stand’ pameran Rumah Indonesia. ‘stand’ Indonesia ini berhasil menyedot ratusan pengunjung yang didekorasi oleh mahasiswi seni dan desain, Wulan Baker, didukung koordinator logistik Sisca Dunworth, diramaikan dengan workshop untuk anak-anak seperti menulis batik oleh Nifi Fleet, anyaman batik kawung oleh Lenny Adziman serta permainan congklak. “Tim Indonesia telah bekerja keras menyiapkan ini semua, luar biasa,” komentar Dennis James, Lord Mayor Swansea.
Salah satu pengunjung di ‘stand’ Indonesia memaparkan mengapa mereka merasa nyaman di ‘stand’ tersebut, “Batik dan lukisannya luar biasa, belum lagi ramahnya orang Indonesia, sangat melekat di hati”. ‘stand’ Rumah Indonesia menyuguhkan pojok Dayak, Betawi, Bali, Jawa Tengah, Sumatera. Pakaian daerah juga dipakai oleh masyarakat Indonesia di Wales seperti pakaian Ambon, NTB, Kalimantan, Jawa Barat, Lampung dan Bugis-Makassar.
Fea du Feumeilya, penari Jaipong-Bali dan Jaipong-Betawi Aliong didepan salah satu pojok ‘stand’ Rumah Indonesia
|
Fea du Feumeilya, masyarakat Indonesia di Wales, menyuguhkan tari Jaipong-Bali dan Jaipong-Betawi Aliong. Degung gamelan diiringi tarian yang atraktif berkali-kali diselingi tepuk tangan penonton. Caroline Davies, ketua panitia kegiatan ini mengatakan selepas pagelaran “Saya rasa ‘stand’ Indonesia adalah yang terbaik dan juga suguhan pertunjukan tari dari Indonesia tadi merupakan pertunjukan terbaik.”
“Kami berterima kasih dan menghargai upaya-upaya menghadirkan Indonesia di acara seperti ini, sangat efektif, KBRI London selalu siap mendukung,” ujar Deputy Chief of Mission, KBRI London, Harry R.J. Kandou saat menyampaikan salam dari Duta Besar RI di London yang berhalangan hadir.
“Saya salut dengan kegiatan ini karena eratnya kerjasama antara pelajar Indonesia dengan warga masyarakat Indonesia di Wales,” ditambahkan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, KBRI London, Prof. Dr. T. A. Fauzi Soelaiman.
Di akhir acara, Veronika Vero, Sekretaris Jenderal PPI Wales menyampaikan “Sangat berhasil, ‘stand’ a la tradisional Rumah Indonesia yang sangat kompak ini.”
Tanpa dikira, sehari setelahnya, Senin (02/07), panitia ‘World Party’ dari Swansea City Council menghubungi bahwa perwakilan Indonesia menyabet dua penghargaan dengan hadiah total £250: Penampilan dan Kostum Terbaik terpilih dari 21 penampilan berbagai negara (tarian tradisional oleh Fea du Feumeilya), serta Rumah Indonesia sebagai ‘stand’ Terbaik.
---
Penulis: M. Fauzan Adziman
Pengarah program kegiatan Pengabdian Masyarakat PPIUK