Salam untuk Kandidat PPIUK
Perkenalkan saya Adiwan Fahlan dari London, saat ini saya adalah pengurus PPIUK. Saya ada pemikiran yang membutuhkan tanggapan, yaitu:
Pengalaman 2 tahun di PPIUK semakin menguatkan saya bahwa di pengurus PPIUK harus ada mahasiswa doktoral yang cukup signifikan. Mengapa? karena pengalaman saya menunjukkan bahwa mahasiswa Master, dengan waktu studi hanya 1 tahun, akan sangat tersita waktu untuk studi dan thesis. Semangat hanya ada 1-2 bulan setelah pemilihan, kemudian menghilang. Apabila pengurus PPIUK didominasi oleh mahasiswa doktoral, maka dengan kelebihan waktu dan kedewasaan dalam mengatur waktu, saya kira mesin PPIUK bisa stabil. Bayangkan, bulan Januari-Mei akan sibuk kuliah, Juni-September akan sibuk thesis, Oktober akan pulang ke Indonesia hingga saatnya wisuda di bulan desember. Dengan demikian, teman-teman kandidat akan kesulitan meminta komitmen pengurus. Yang menjadi persoalan nyata adalah sumber daya manusia (pengurus). Untuk itu, saya sarankan untuk menambah deretan mahasiswa doktoral di kepengurusan anda nantinya. Sebagai perbandingan, Ketua PPI Prancis dan PPI Australia adalah mahasiswa doktoral Ada tanggapan? Apakah anda akan memberikan porsi lebih besar terhadap mahasiswa doktoral dalam kepengurusan PPIUK?
Terima kasih Salam, Adiwan Fahlan
Theme by Danetsoft and Danang Probo Sayekti inspired by Maksimer
Andre Menanggapi
Salam
Rekan Adiwan..
Saya kira apa yang rekan Adiwan sampaikan merupakan pemikiran yang harus dicermati dengan seksama. Komitmen para pengurus seringkali memang menjadi kendala terhadap kelancaran proses organisasi bukan saja pada PPI-UK tetapi pada organisasi lain pada umumnya, terlebih dengan tempo waktu kerja yang hanya 1 tahun. Berdasarkan pengalaman saya berorganisasi dengan tempo waktu yang sama, permasalahan serupa juga terjadi karena waktu kerja yang singkat dan program kerja yang padat menyebabkan efisiensi pekerjaan berkurang. Tetapi apabila masa jabatan diperpanjang, maka mahasiswa yang sedang melakukan studi master akan terkesampingkan peluangnya untuk dapat memimpin organisasi ini.
Menurut saya kombinasi pengurus yang tepat antara mahasiswa master, doktoral, maupun undergraduate adalah hal yang mutlak. Jangan juga mengesampingkan mahasiswa undergraduate karena mereka juga punya rentan waktu studi yang rata-rata sama dengan mahasiswa doktoral. Saya kira semua kembali tergantung pada komitmen masing-masing terhadap organisasi ini, tidak ada jaminan walaupun ia adalah mahasiswa doktoral dengan waktu yang lebih panjang maka ia memiliki komitmenlebih baik. Saya kira pembagian porsi tersebut harus sesuai dengan kemampuan dan kapabilitas seseorang serta komitmen yang akan saya tuangkan dalam bentuk perjanjian sehingga terlepas dari tingkatan pendidikan atau pun jenjang waktu studi, semua akan memiliki komitmen yang sama baiknya terhadap organisasi ini.
Semoga bisa memberikan gambaran yang sesuai dengan pertanyaan dari rekan Adiwan.
Salam perjuangan,
Andre Nitimihardja